Breaking News
light_mode

Indonesia Perkuat Ekosistem Paten untuk Dorong Kedaulatan Teknologi dan Pertumbuhan Ekonomi

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

Indonesia saat ini menguasai sekitar 25 persen pangsa paten di kawasan ASEAN. Namun, kontribusi ekonomi dari pemanfaatan paten tersebut masih sangat kecil, hanya sekitar 0,08 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan Indonesia saat ini bukan lagi menghasilkan invensi, melainkan memastikan hasil riset dan paten dapat terhubung dengan industri, investasi, dan pasar sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan pemerintah terus memperkuat ekosistem kekayaan intelektual agar paten tidak berhenti sebagai dokumen perlindungan hukum, melainkan menjadi aset ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan nasional.

“Indonesia menguasai sekitar 25 persen share paten di ASEAN, tetapi monetisasinya baru sekitar 0,08 persen. Karena itu kita harus memastikan bahwa paten tidak berhenti di sertifikat, tetapi berlanjut menjadi teknologi, industri, dan nilai ekonomi,” ujar Supratman dalam acara What’s Up Campus Calls Out Ke-4 bertema “Masa Depan Indonesia: Dari Inovasi Menuju Kedaulatan” yang diselenggarakan Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (17/9).

“Kami juga sedang mendorong Rencana Induk Kekayaan Intelektual Nasional (RIKIN) menjadi proyek strategis nasional sehingga dukungan pendanaan dan fasilitas bagi kampus maupun inventor dapat semakin kuat,” lanjutnya.

Menurut Supratman, sertifikat paten bukanlah garis akhir dari sebuah inovasi, melainkan titik awal untuk mempertemukan hasil riset dengan industri, pembiayaan, dan pasar. Karena itu, pemerintah tengah membangun ekosistem yang menghubungkan riset, kekayaan intelektual, teknologi, industri, hingga penciptaan nilai ekonomi.

Akademisi Rocky Gerung menilai bahwa inovasi hanya dapat berkembang dalam lingkungan yang menghargai pertukaran gagasan dan kebebasan berpikir. Tanpa itu, manusia akan kalah di era disrupsi AI dan persaingan global.

“Inovasi hanya bisa tumbuh di tempat argumentasi dijaga. Artificial Intelligence pada dasarnya adalah komunal intelektual yang digunakan manusia untuk memperluas kemampuan berpikir dan menghasilkan pengetahuan baru,” kata Rocky.

Ketua Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis Universitas Airlangga, M. Nafikh Ryandono, menjelaskan bahwa masih terdapat tumpang tindih peran dalam pengembangan riset nasional. Menurutnya, riset dasar umumnya dilakukan oleh lembaga penelitian dan perguruan tinggi, sementara posisi paten berada pada fase riset terapan yang membutuhkan keterlibatan industri agar dapat berkembang menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.

“Posisi paten ada pada riset aplikasi. Setelah itu dibutuhkan industri untuk membawa teknologi menuju tahap produksi dan komersialisasi. Karena itu diperlukan orkestrasi yang lebih baik agar proses pengembangan inovasi tidak terputus di tengah jalan,” jelas Nafikh.

Sementara itu, Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani menyoroti masih rendahnya investasi riset dan pengembangan di sektor usaha. Menurutnya, meskipun sebagian besar pelaku usaha mengakui pentingnya riset, jumlah perusahaan yang memiliki fasilitas penelitian dan pengembangan (research and development) sendiri masih berada di bawah 50 persen.

Shinta mengungkapkan bahwa terdapat ruang kolaborasi yang sangat besar untuk memperkuat hilirisasi hasil riset nasional. Sebanyak 51 persen perusahaan melakukan pengembangan teknologi secara mandiri, 21 persen berkolaborasi dengan industri lain, 19 persen bekerja sama dengan BRIN, dan hanya sekitar 6 persen yang memperoleh teknologi melalui pembelian atau lisensi paten.

“Riset membutuhkan waktu panjang dan biaya yang tidak murah. Karena itu kita perlu menghubungkan kebutuhan industri dengan kekuatan riset yang dimiliki perguruan tinggi. Kita harus mengetahui kampus mana yang memiliki keunggulan pada bidang tertentu agar hasil risetnya dapat menjawab kebutuhan dunia usaha,” ujar Shinta.

Pada rantai komersialisasi dan hilirasi, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai bahwa hasil riset dan paten perlu didorong masuk ke rantai nilai ekonomi kreatif agar mampu menghasilkan produk dan layanan yang memiliki nilai tambah tinggi. Di sanalah Kementerian Ekonomi berperan untuk menaik kelaskan produk kreativitas dan inovasi agar seluruh subsektor ekonomi kreatif mendapat perhatian dan mampu menjadi kanal ekonomi baru.

“Berdasarkan Peraturan Presiden tentang Ekonomi Kreatif yang baru ditandatangani Presiden Prabowo bulan lalu, ada 21 subsektor ada baru. Di sana ada teknologi baru yang masuk berarti nanti membutuhkan banyak paten karena mereka banyak kaitannya dengan AI, blockchain, cyber security dan lainnya. Tugas kami bagaimana untuk fasilitasi pendanaan agar mereka bisa naik kelas dan KI mereka tidak hanya untuk dalam negeri tapi juga go global,” lanjut Rifky.

Kementerian Hukum mengajak para peneliti, dosen, mahasiswa, pelaku usaha, dan inventor untuk memahami pentingnya perlindungan paten sebagai langkah awal hilirisasi inovasi. Informasi mengenai persyaratan, prosedur permohonan, hingga berbagai layanan paten dapat diakses melalui paten.dgip.go.id. Dengan perlindungan paten yang tepat, hasil riset tidak hanya memperoleh kepastian hukum, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi teknologi yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, akan terus mendorong perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menggali potensi inovasi serta memanfaatkan pelindungan paten sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prestasi Gemilang, Karantina Sulsel Raih Penghargaan Publikasi Terbaik Tingkat Nasional

    Prestasi Gemilang, Karantina Sulsel Raih Penghargaan Publikasi Terbaik Tingkat Nasional

    • 0Komentar

    Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel) menorehkan tinta emas di tingkat nasional. Di bawah nakhoda Ir. Sitti Chadidjah, M.Si., instansi ini dinobatkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan penderasan publikasi terbaik se-Indonesia untuk periode Maret 2026. Prestasi bergengsi di lingkup Karantina Indonesia ini diraih berdasarkan penilaian ketat terhadap berbagai indikator, […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Konsultasikan Perencanaan Renovasi Gedung Kantor Permanen ke Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    Kanwil Kemenkum Babel Konsultasikan Perencanaan Renovasi Gedung Kantor Permanen ke Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan konsultasi terkait perencanaan renovasi Gedung Kantor Permanen Kanwil Kemenkum Babel dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam memastikan proses perencanaan renovasi gedung kantor berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta memenuhi standar […]

  • Sidang Isbat 1447 H Digelar di Hotel, Menag Nasaruddin Beberkan Alasannya

    Sidang Isbat 1447 H Digelar di Hotel, Menag Nasaruddin Beberkan Alasannya

    • 0Komentar

    Pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi tahun ini tidak lagi digelar di Gedung Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin, seperti biasanya. Pemerintah memindahkan lokasi ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Proyek pengerjaan jalan yang tengah berlangsung di kawasan Thamrin membuat area parkir di […]

  • Brigjen Faisal Gelar “Polantas Menyapa” di Wajo, Serap Aspirasi Ojol dan Kurir

    Brigjen Faisal Gelar “Polantas Menyapa” di Wajo, Serap Aspirasi Ojol dan Kurir

    • 0Komentar

    Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen. Faisal. Sik, MH, melakukan kunjungan kerja di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini bertajuk “Polantas Menyapa” dengan tema “Polri Hadir untuk Masyarakat, Polantas Menyapa untuk Anda”, yang disambut langsung oleh Kapolres Wajo AKBP. Muh. Rosid Ridho. Sik, beserta jajaran personel Polres Wajo. Menurut Dirgakkum Korlantas Polri […]

  • Dirgakkum Korlantas Polri Beri Pesan ke Pemudik “Mudik Aman”: Kontrol Emosi Kunci Utama

    Dirgakkum Korlantas Polri Beri Pesan ke Pemudik “Mudik Aman”: Kontrol Emosi Kunci Utama

    • 0Komentar

    Di tengah puncak arus mudik ke arah timur, Korlantas Polri menyiapkan Tim Urai gabungan untuk bantu pemudik hadapi kendala teknis seperti kendaraan mogok. Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, menegaskan tim ini siaga 24 jam guna minimalisir kemacetan dan pastikan perjalanan lancar. “Kami tangani cepat setiap masalah agar roda mudik tetap berputar,” ujarnya saat memantau […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Parepare Gelar Employee Volunteering Melalui Aksi Penanaman Pohon di Taman Mattirotasi

    BPJS Ketenagakerjaan Parepare Gelar Employee Volunteering Melalui Aksi Penanaman Pohon di Taman Mattirotasi

    • 0Komentar

    BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Parepare melaksanakan kegiatan Employee Volunteering dengan tema Penanaman Pohon di kawasan Taman Mattirotasi, Kota Parepare, pada Jumat (19/06). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA tersebut diikuti oleh seluruh karyawan/karyawati bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Parepare. Kegiatan Employee Volunteering merupakan salah satu wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan terhadap pelestarian lingkungan sekaligus implementasi […]

expand_less