Breaking News
light_mode

Malaysia Resmi Batalkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik dengan AS

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

Malaysia resmi menarik diri dari perjanjian perdagangan timbal balik dengan Amerika Serikat. Ia menjadi negara pertama yang membatalkan kesepakatan yang sebelumnya dinegosiasikan dalam kerangka strategi tarif timbal balik Washington. Langkah ini dinilai berpotensi memicu negara lain untuk meninjau ulang perjanjian serupa.

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Johari Abdul Ghani pada Minggu (15/3) menyatakan bahwa Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara kedua negara kini tidak lagi berlaku.

Keputusan tersebut diambil setelah Mahkamah Agung AS pada 20 Februari 2026 membatalkan kebijakan tarif timbal balik pemerintahan Presiden Donald Trump yang sebelumnya diterapkan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). 

Pengadilan menilai presiden tidak memiliki kewenangan hukum untuk memberlakukan tarif luas melalui undang-undang tersebut, sehingga dasar perjanjian perdagangan ikut gugur.

“Kesepakatan itu tidak ditangguhkan. Itu sudah tidak ada lagi, sudah batal, dan tidak berlaku,” kata Johari. Ia menambahkan bahwa AS masih memiliki instrumen lain seperti tarif berdasarkan Pasal 122 atau investigasi Pasal 301.

Kesepakatan tersebut sebelumnya ditandatangani pada 26 Oktober 2025 di Kuala Lumpur oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Presiden Trump. Saat itu, negosiasi dipimpin oleh mantan menteri perdagangan Tengku Zafrul Aziz.

Dalam perjanjian tersebut, Malaysia berhasil menghindari tarif tinggi hingga 47% dengan menegosiasikan penurunan menjadi 24% dan kemudian sekitar 19%. Sebagai imbalannya, Malaysia memberikan akses pasar yang lebih luas serta berbagai konsesi kebijakan kepada AS.

Namun, setelah putusan Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif timbal balik, pemerintah Trump menerapkan tarif seragam 10% kepada seluruh mitra dagang berdasarkan Pasal 122. Kondisi ini membuat negara yang memiliki perjanjian khusus tidak lagi memperoleh keuntungan preferensial dibanding negara tanpa perjanjian.

Sementara itu, analis menilai terdapat dua faktor utama yang dapat mendorong negara lain mengikuti langkah Malaysia. Pertama, nilai ekonomi perjanjian perdagangan tersebut berkurang drastis setelah kebijakan tarif timbal balik dibatalkan.

Sejumlah mitra dagang besar seperti Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Indonesia, Bangladesh, dan India sebelumnya menerima tarif 15%-20% serta memberikan konsesi signifikan terkait akses pasar, pengadaan, dan regulasi. Namun kini, mereka memperoleh perlakuan tarif yang sama dengan negara yang tidak menandatangani perjanjian.

Kedua, tekanan perdagangan dari Washington tetap berlanjut meski kesepakatan ditandatangani. Pada 11-12 Maret 2026, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) meluncurkan investigasi baru berdasarkan Pasal 301 terhadap sejumlah ekonomi utama, termasuk negara yang memiliki perjanjian perdagangan dengan AS, terkait kebijakan industri dan dugaan praktik kerja paksa.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa negara mitra tetap berisiko menghadapi penyelidikan dan tarif tambahan meskipun telah memberikan konsesi besar.

Bagi banyak pemerintah, kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai manfaat mempertahankan perjanjian yang mahal secara politik jika perlakuan tarif tetap sama dan tekanan perdagangan terus berlanjut. Keputusan Malaysia membatalkan kesepakatan diperkirakan dapat memicu langkah serupa dari negara lain.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meta Luncurkan Fitur “Teen Account” di Facebook, Instagram dan Messenger Secara Global

    Meta Luncurkan Fitur “Teen Account” di Facebook, Instagram dan Messenger Secara Global

    • 0Komentar

    Meta Platforms Inc. mengumumkan pada Kamis (25/9/2025) bahwa fitur akun remaja kini tersedia secara global di platform Facebook dan Messenger. Sebelumnya, fitur ini hanya tersedia di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada. Dengan perluasan ini, Meta bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna muda dari konten berbahaya dan interaksi yang tidak diinginkan di dunia maya. Fitur […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Parepare Peringati May Day 2026 dengan Edukasi dan Kebersamaan Bersama Pekerja

    BPJS Ketenagakerjaan Parepare Peringati May Day 2026 dengan Edukasi dan Kebersamaan Bersama Pekerja

    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare menggelar kegiatan silaturahmi dan edukasi bersama para pekerja yang dilaksanakan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Parepare, Senin (4/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri para peserta dari berbagai perusahaan dan pekerja di wilayah Parepare dan sekitarnya. Acara diawali dengan sambutan […]

  • Perbedaan, Toleransi, dan Literasi Masjid

    Perbedaan, Toleransi, dan Literasi Masjid

    • 0Komentar

    Oleh: H. Kaswad SartonoKepala Kanwil Agama Prov. Gorontalo Menjelang awal Ramadhan, ruang digital kita begitu riuh.WhatsApp penuh dengan perdebatan hisab dan rukyat.TikTok ramai dengan potongan ceramah dan argumentasi.Ada yang menyodorkan dalil astronomi, ada yang mengutip pendapat ulama klasik, ada pula yang memilih tidak mau ambil pusing. Perbedaan ijtihad tentang awal puasa seperti menjadi panggung tahunan […]

  • Era Baru? Discord Terapkan Pengaturan Khusus Remaja Secara Global Mulai Maret

    Era Baru? Discord Terapkan Pengaturan Khusus Remaja Secara Global Mulai Maret

    • 0Komentar

    Platform komunikasi populer Discord akan menerapkan perubahan kebijakan keamanan yang signifikan secara global mulai awal Maret 2026 (10/02). Dalam langkah yang bertujuan memperkuat perlindungan bagi pengguna remaja, Discord akan menempatkan semua akun pengguna baik baru maupun lama ke dalam pengaturan keamanan khusus remaja secara default (bawaan). Untuk mengakses fitur lengkap platform, pengguna harus memverifikasi diri sebagai orang dewasa. […]

  • Tarawih di IKN, Menag: Ramadan Momentum Umat Islam “Naik Kelas”

    Tarawih di IKN, Menag: Ramadan Momentum Umat Islam “Naik Kelas”

    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melaksanakan Salat Tarawih bersama jamaah di Masjid Negara IKN, Jumat (20/2/2026). Ibadah malam itu bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 Hijriah dan menjadi ajang refleksi untuk memperkuat kualitas spiritual umat. Dalam tausiyahnya, Nasaruddin mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri. Ia menekankan pentingnya keikhlasan, bukan hanya dalam […]

  • Spiritual Being In a Physical Body, Kaya Versus Bahagia

    Spiritual Being In a Physical Body, Kaya Versus Bahagia

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali) Kekayaan tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan.Hubungan antara kaya dan bahagia dipengaruhi oleh banyak faktor.Pastinya, kebahagiaan tidak hanya bergantung pada kekayaan. Hubungan sosial, kesehatan, dan pengalaman juga punya peran penting. Buku berjudul “The Richest Man Who Ever Lived” […]

expand_less