Breaking News
light_mode

Metode Tahfidz As’adiyah Jadi Rujukan TV Nasional

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

Metode tahfidz yang dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah kembali mendapat sorotan publik nasional. Dalam sebuah program TV nasional yang tayang baru-baru ini, pendekatan khas As’adiyah dalam menghafal Al-Qur’an disebut sebagai salah satu metode yang konsisten melahirkan para hafidz berkualitas, dengan kekuatan pada tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan.

Metode Tahfidz As’adiyah bertumpu pada empat pilar utama: keheningan, ketekunan, pengulangan, dan kesabaran. Keempat unsur ini bukan sekadar teori pedagogis, melainkan praktik yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era Al-Alimu Al-allamah As-Syekh AGH. Muhammad As’ad al-Bugisi hingga Anre Gurutta Yahya. Anre Gurutta Yahya mengembangkan Metode Tahfidz As’adiyah yang khas As’adiyah yang disebut “maddarasa patappulo” dalam bahasa Bugis dan istilah di Pondok Pesantren As’adiyah atau pengulangan.

Salah satu alumni As’adiyah yang turut memberikan penjelasan dalam program tersebut adalah Ustadz H. Martomo Malaing, SQ., M.A, yang kini mengabdi sebagai Imam di Masjid Istiqlal. Ia menegaskan bahwa metode ini bukan hanya teknik menghafal, tetapi juga proses pembentukan karakter spiritual dan telah melahirkan banyak tahfidz kaliber nasional dan internasional.

“Metode Tahfidz As’adiyah itu dimulai dari keheningan. Santri diajarkan mencari suasana yang sunyi agar ayat-ayat Al-Qur’an benar-benar meresap ke dalam hati. Dari situ lahir ketekunan, karena menghafal bukan pekerjaan sehari dua hari,” ujar Ustadz Martomo dalam tayangan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pengulangan menjadi kunci utama dalam sistem ini, yang dalam tradisi Bugis dikenal dengan istilah maddarasa patappulo. Istilah ini merujuk pada pengulangan hingga puluhan kali untuk memastikan hafalan benar-benar melekat kuat.

“Di As’adiyah ada istilah maddarasa patappulo. Artinya mengulang sampai empat puluh kali atau lebih, itu diajarkan oleh Gurutta Yahya dan bertahan hingga saat ini di As’adiyah. Bukan sekadar hafal di lisan, tetapi tertanam dalam ingatan dan jiwa. Dan semua itu membutuhkan kesabaran yang luar biasa,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa metode tersebut telah diajarkan secara konsisten oleh Anre Gurutta Yahya sebagai penjaga tradisi keilmuan di As’adiyah, kemudian dilanjutkan oleh Anre Gurutta yang lain dan para penerusnya. Rantai transmisi ini memastikan bahwa bukan hanya bacaan yang terjaga, tetapi juga adab dan ruh pendidikan Al-Qur’an.

Program TV nasional tersebut menyoroti bagaimana pendekatan tradisional ini justru relevan di tengah era digital yang serba cepat. Ketika banyak metode instan bermunculan, Tahfidz As’adiyah menawarkan kedalaman proses dan ketahanan hafalan.

Dengan pengakuan di tingkat nasional, Metode Tahfidz As’adiyah kini tidak hanya menjadi kebanggaan Sulawesi Selatan, tetapi juga rujukan bagi berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang ingin membangun sistem tahfidz berbasis tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Usung Semangat Santri Menguatkan Negeri

    Menag Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Usung Semangat Santri Menguatkan Negeri

    • 0Komentar

    Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan logo, tema, dan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026. Tahun ini, Hari Santri mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, mengatakan peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneguhkan kembali peran besar ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. […]

  • Hari Kedua Festival ERPEKA, Kanwil Kemenkum Babel Hadirkan Layanan Hukum bagi Masyarakat dan Pelaku UMKM

    Hari Kedua Festival ERPEKA, Kanwil Kemenkum Babel Hadirkan Layanan Hukum bagi Masyarakat dan Pelaku UMKM

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung kembali menghadirkan layanan hukum kepada masyarakat pada hari kedua Festival ERPEKA yang berlangsung di Taman Wilhelmina, Pangkal Pinang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival ERPEKA yang diinisiasi oleh UPTD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Rumah Promosi dan Kemasan (RPK), sekaligus menjadi […]

  • Kemenkum Sumsel Ikuti Forum Pengaduan, Bahas Pembaruan Layanan AHU

    Kemenkum Sumsel Ikuti Forum Pengaduan, Bahas Pembaruan Layanan AHU

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan mengikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 20 yang menghadirkan Menteri Hukum Republik Indonesia secara virtual melalui Zoom Meeting. Diskusi pada episode kali ini dipandu oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum, Wisnu Nugroho Dewanto (9/10). Dalam forum tersebut, Menteri Hukum menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Administrasi […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Dorong Perlindungan Nanas Tuatunu Pangkalpinang Melalui Pembentukan MPIG dan Persiapan Pendaftaran Indikasi Geografis

    Kanwil Kemenkum Babel Dorong Perlindungan Nanas Tuatunu Pangkalpinang Melalui Pembentukan MPIG dan Persiapan Pendaftaran Indikasi Geografis

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong pelindungan kekayaan intelektual daerah melalui persiapan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Nanas Tuatunu Pangkalpinang. Hal tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pembentukan Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis (MPIG) dan Penyusunan Dokumen Deskripsi Nanas Tuatunu Pangkalpinang yang digelar di Ruang Rapat Bapperida Kota Pangkalpinang, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh […]

  • Muhammad Qodari Jadi Sekretaris Wantimpres, Harta Kekayaan Tembus Rp300,59 Miliar

    Muhammad Qodari Jadi Sekretaris Wantimpres, Harta Kekayaan Tembus Rp300,59 Miliar

    • 0Komentar

    Muhammad Qodari kembali menjadi perhatian setelah dipercaya menduduki jabatan penting di lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik sebagai Sekretaris Wantimpres usai dicopot dari Kepala Bakom RI. Di balik jabatan barunya, harta kekayaan Qodari dalam LHKPN turut menyita perhatian. Jabatan Baru Muhammad Qodari dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Sekretaris Wantimpres. Jabatan ini diperolehnya setelah […]

  • Kunjungan Regional CEO BTN Sulawesi Maluku Papua ke Fajar Group, Bahas Kerjasama Hingga Nonton Bareng Piala Dunia

    Kunjungan Regional CEO BTN Sulawesi Maluku Papua ke Fajar Group, Bahas Kerjasama Hingga Nonton Bareng Piala Dunia

    • 0Komentar

    Regional CEO Bank BTN wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Romeo Daniel MVE, melakukan kunjungan kerja resmi ke kantor pusat Fajar Group, Graha Pena, pada pertemuan yang berlangsung di Lantai 19, belum lama ini. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang audiensi perkenalan pimpinan baru di lingkungan kantor wilayah Bank BTN tersebut. Rombongan Bank BTN disambut langsung oleh […]

expand_less