Tarawih di IKN, Menag: Ramadan Momentum Umat Islam “Naik Kelas”
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- print Cetak

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melaksanakan Salat Tarawih bersama jamaah di Masjid Negara IKN, Jumat (20/2/2026). Ibadah malam itu bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 Hijriah dan menjadi ajang refleksi untuk memperkuat kualitas spiritual umat.
Dalam tausiyahnya, Nasaruddin mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri. Ia menekankan pentingnya keikhlasan, bukan hanya dalam menjalankan salat dan puasa, tetapi juga dalam aktivitas keseharian.
Menurutnya, bulan suci adalah kesempatan terbaik untuk “naik kelas” secara spiritual—menjadikan ibadah lebih bermakna dan berdampak pada perilaku sosial.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama juga memaparkan rencana pengembangan program strategis Kementerian Agama di kawasan IKN. Salah satu yang disiapkan adalah pendidikan kader ulama yang difokuskan untuk wilayah Indonesia bagian timur. Program ini akan dikelola bersama Universitas PTIQ Jakarta dan Masjid Istiqlal, dengan dukungan beasiswa yang diupayakan melalui LPDP.
“Insyaallah disini (IKN) juga nanti kita akan membuat program pendidikan kader ulama. Jadi, Indonesia bagian timur disini saja, sementara Indonesia Bagian Barat akan berada di Istiqlal. Pembinaannya dikelola oleh Universitas PTIQ Jakarta dan di Istiqlal. Nanti kita usahakan beasiswa itu dari LPDP,” ujar Nasaruddin dalam siaran pers OIKN, Sabtu (22/2/2026).
Tak hanya itu, penguatan kajian keagamaan juga akan dilakukan secara terintegrasi antara Jakarta dan Nusantara. Kajian yang berlangsung di IKN nantinya dapat diikuti jamaah di Istiqlal secara daring, demikian pula sebaliknya. Skema ini diharapkan memperluas jangkauan dakwah sekaligus mempererat konektivitas keilmuan antarwilayah.
Lebih jauh, Nasaruddin berharap IKN dapat tumbuh menjadi pusat peradaban baru dunia Islam yang menjunjung tinggi toleransi. Hal ini dinilainya relevan dengan konsep pembangunan kawasan peribadatan di IKN yang saling berdekatan, mencerminkan harmoni antarumat beragama.
Rangkaian kegiatan Tarawih malam itu turut diisi dengan penanaman pohon di sekitar masjid, buka puasa bersama, serta penyerahan mushaf Al-Qur’an. Kementerian Agama juga menyerahkan bantuan dua ton kurma bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan di Nusantara. Agenda kemudian ditutup dengan kunjungan ke Istana Negara.
Senada dengan visi tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut hangat kehadiran Menag. Ia menilai langkah ini membuktikan bahwa pembangunan ibu kota baru berjalan seimbang antara fisik dan batin. Kehadiran Menteri Agama, menurut Basuki, adalah simbol nyata perhatian pemerintah terhadap fondasi spiritual di Nusantara.
Rangkaian agenda ini ditutup dengan aksi nyata berupa penanaman pohon di area masjid, buka puasa bersama, serta penyerahan bantuan simbolis berupa mushaf Al-Qur’an dan 2 ton kurma untuk masyarakat setempat. Momentum ini menegaskan bahwa Nusantara tidak hanya dibangun di atas beton dan baja, tetapi juga di atas nilai-nilai keagamaan yang kokoh.
- Penulis: Maryam Chalisa

