Konferensi Negara ASEAN Soroti Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini untuk Bangun Perdamaian
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

Penguatan pemahaman agama sejak usia dini menjadi salah satu perhatian dalam 4th ASEAN Countries Conference yang mengangkat tema “The Best Nations”. Kegiatan tersebut mempertemukan delegasi dan tokoh keagamaan dari sejumlah negara ASEAN serta dunia Islam.
Dalam konferensi ini, pendidikan agama tidak hanya dipandang sebagai proses memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai fondasi membangun karakter, akhlak, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang damai.
Delegasi Indonesia turut hadir dalam forum internasional tersebut. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan mengenai penguatan pendidikan keagamaan yang moderat dan relevan dengan tantangan generasi masa kini.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah pentingnya menanamkan nilai kasih sayang, kemanusiaan, penghormatan terhadap perbedaan, serta kehidupan yang harmonis sejak anak berada pada jenjang pendidikan dasar.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan Kementerian Agama RI. Pendidikan agama diharapkan tidak berhenti pada aspek pengetahuan, tetapi mampu melahirkan generasi yang memiliki kecintaan kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan negaranya.
Forum internasional ini juga menegaskan bahwa tantangan dunia saat ini membutuhkan peran lebih besar dari lembaga pendidikan dan tokoh agama. Pemahaman agama yang baik sejak dini diyakini dapat menjadi benteng bagi generasi muda dari sikap ekstrem, intoleransi, kekerasan, maupun berbagai bentuk konflik yang mengatasnamakan agama.
Melalui konferensi tersebut, negara-negara ASEAN diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan keagamaan yang membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan.
Keterangan foto: Delegasi Indonesia bersama sejumlah tokoh dan delegasi internasional pada penutupan 4th ASEAN Countries Conference bertema “The Best Nations”. Pertemuan tersebut menjadi salah satu forum penguatan peran pendidikan dan nilai-nilai agama dalam membangun generasi yang damai dan berkarakter.
- Penulis: Maryam Chalisa

