Breaking News
light_mode

Melalui E-voting, Menteri Hukum Libatkan Pegawai Kanwil Jatim Untuk Menentukan Kepala Kanwil Baru

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

Kementerian Hukum mulai menguji pendekatan baru dalam proses pengisian jabatan di lingkungan birokrasi. Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, melakukan uji coba electronic voting (e-voting) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur dengan melibatkan pegawai dalam menentukan calon pejabat yang dinilai layak memimpin.

Uji coba tersebut menjadi bagian dari transformasi digital Kementerian Hukum, sekaligus upaya memperkuat transparansi dan penerapan manajemen talenta dalam proses pengisian jabatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum RI, Nico Afinta, mengatakan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang semakin cepat, tepat, dan akuntabel.

Menurut Nico, digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menyasar pelayanan internal, termasuk pengelolaan sumber daya manusia.

“Bapak Menteri Hukum telah mencanangkan program transformasi digital, dimana tujuannya adalah melayani masyarakat dengan cepat, tepat, dan akuntabel. Pelayanan ini diberikan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada internal kita sendiri,” ujar Nico.

Ia menjelaskan, Kementerian Hukum telah mengembangkan sejumlah sistem digital untuk mendukung pengelolaan SDM. Salah satunya melalui sistem Satria yang memungkinkan pegawai menyampaikan data mengenai kompetensi, prestasi, serta rekam jejak sebagai bagian dari proses pengembangan manajemen talenta.

Kementerian Hukum juga mengembangkan program e-voting untuk memetakan pegawai yang memiliki potensi dan prestasi sehingga dapat dipertimbangkan untuk menempati posisi tertentu.

Dalam konteks tersebut, Nico menyebut pelaksanaan e-voting di Jawa Timur merupakan gagasan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Jawa Timur dipilih sebagai lokasi awal untuk menguji efektivitas mekanisme tersebut sebelum dipertimbangkan untuk diterapkan di wilayah lain.

“Bapak Menteri menyampaikan ada baiknya kalau orang-orang yang memimpin itu juga ditanyakan kepada tempat yang akan dituju. Coba dicoba e-voting ini bisa berjalan tidak,” katanya.

Nico berharap seluruh pegawai dapat menggunakan hak pilih secara bebas dan tanpa tekanan dalam menentukan calon yang dianggap mampu menjalankan tugas kepemimpinan.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa e-voting bukanlah upaya mengganti sistem birokrasi yang telah berjalan. Menurut dia, mekanisme tersebut merupakan bentuk pelimpahan hak Menteri untuk memberikan ruang partisipasi kepada pegawai dalam proses penentuan calon pejabat.

“E-voting yang kita lakukan sekarang adalah upaya bagaimana penguatan struktur di kantor wilayah, terutama kepada teman-teman yang nanti akan dipercaya menjadi pejabat manajerial, Kakanwil, ataupun juga mungkin nanti akan ke Kadif maupun yang lain-lainnya,” ujar Supratman.

Ia mengingatkan bahwa penerapan e-voting tidak menghilangkan struktur, fungsi, tugas, maupun kewenangan yang telah diatur dalam sistem pemerintahan.

“Sekalipun kita lakukan e-voting, jangan lupa ada struktur di dalam, ada fungsi, ada tugas, ada wewenang yang tetap harus melekat,” tegasnya.

Supratman menambahkan, dirinya telah menandatangani Surat Keputusan Menteri Hukum terkait pembentukan Komite Talenta di tingkat pusat dan kantor wilayah.

Di tingkat pusat, Komite Talenta dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum. Keberadaan komite tersebut diharapkan dapat memastikan proses pengisian jabatan dilakukan secara transparan dan berdasarkan kualifikasi serta rekam jejak pegawai.

“Yang paling penting adalah transparansi dalam rangka rekrutmen mereka-mereka yang bisa mengisi posisi-posisi tertentu yang memang diharuskan untuk dilakukan,” jelasnya.

Uji Coba Pertama

Supratman menyebut uji coba e-voting di Surabaya sebagai langkah eksperimental untuk mencari model baru dalam proses pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan.

Ia bahkan mengaku mencoba mencari referensi mengenai apakah mekanisme serupa pernah diterapkan dalam pemilihan pejabat struktural di organisasi pemerintahan.

Karena itu, hasil pelaksanaan di Jawa Timur akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan apakah mekanisme tersebut layak diperluas.

“Kalau ini berhasil, maka tentu bisa kita jadikan sebagai pegangan bahwa ke depan ini akan bisa kita lakukan di seluruh Kementerian Hukum,” katanya.

Meski memberikan ruang kepada pegawai untuk memilih, Supratman memastikan pejabat yang nantinya terpilih tetap harus tunduk terhadap seluruh aturan dan regulasi yang berlaku bagi aparatur sipil negara.

“Bukan berarti dengan e-voting yang kita lakukan sekarang, nanti yang terpilih itu akan terbebas dari regulasi-regulasi terkait dengan aparatur sipil negara. Itu akan tetap sama,” tegasnya.

Ia menekankan, calon yang masuk dalam proses e-voting juga bukan kandidat yang muncul secara sembarangan. Seluruhnya telah melewati proses penilaian dan memenuhi kualifikasi dalam kerangka manajemen talenta Kementerian Hukum.

“Yang lahir ini bukan orang sembarang yang akan teman-teman pilih. Ini semua orang yang secara kualifikasi sudah memenuhi dalam kerangka manajemen talenta yang kita kembangkan,” ujarnya.

Menurut Supratman, keberhasilan sistem tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan seluruh unsur organisasi dalam membangun pola kerja yang efektif. Hubungan antara kepala kantor wilayah, kepala divisi, pejabat struktural, dan pegawai menjadi faktor penting dalam menjalankan roda organisasi.

Ia menegaskan, inovasi dalam pengisian jabatan bukanlah tujuan akhir. Sasaran utamanya tetap memastikan birokrasi mampu bekerja secara efektif, transparan, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Uji coba e-voting di Kanwil Kementerian Hukum Jawa Timur pun diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola birokrasi yang lebih partisipatif, transparan, serta berbasis kompetensi dan manajemen talenta.

Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenkum Jatim, Raden Fadjar Widjanarko mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada jajarannya. Kehadiran Bapak Menteri di Surabaya hari ini bukan kunjungan kerja biasa. Ini adalah momen bersejarah, pertama kalinya dalam sejarah Kementerian Hukum, seorang Menteri hadir langsung untuk memimpin proses pemilihan pimpinan tinggi pratama yang melibatkan seluruh pegawai.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, menyambut baik terobosan Bapak Menteri Hukum dalam melibatkan langsung pegawai melalui mekanisme e-voting.

“Langkah ini mencerminkan semangat kepemimpinan yang partisipatif, transparan, dan terbuka terhadap aspirasi jajaran. Pelibatan pegawai juga memberikan ruang bagi mereka untuk ikut menentukan sosok pemimpin yang dinilai mampu membawa organisasi semakin profesional, solid, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat”, ujarnya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sapi Bantuan Presiden Dipotong Bersama Kurban Keluarga Besar PPMI Shohwatul Is’ad

    Sapi Bantuan Presiden Dipotong Bersama Kurban Keluarga Besar PPMI Shohwatul Is’ad

    • 0Komentar

    Setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha di lingkungan pesantren terbaik Shohwatul Isad, panitia langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban, termasuk sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto yang diamanahkan kepada PPMI Shohwatul Is’ad melalui APPSI. Sapi berbobot sekitar 1 ton tersebut menjadi perhatian masyarakat dan para santri karena ukurannya yang jauh lebih besar dibanding hewan kurban lainnya. Dalam […]

  • Koordinasi Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Babel dan Bapperida Bangka Barat Perkuat Sinergi Pengelolaan Inovasi Daerah

    Koordinasi Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Babel dan Bapperida Bangka Barat Perkuat Sinergi Pengelolaan Inovasi Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkum Babel) melaksanakan kegiatan Koordinasi Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual pada Bapperida Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis, 18 Juni 2026, di Muntok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Hukum Nomor M.HH-9.OT.01.01 Tahun 2026 tentang Koordinasi Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual pada […]

  • Ops Ketupat 2026 Dimulai, Polri Andalkan Kolaborasi Satgas dan Teknologi Real Time Amankan Arus Mudik

    Ops Ketupat 2026 Dimulai, Polri Andalkan Kolaborasi Satgas dan Teknologi Real Time Amankan Arus Mudik

    • 0Komentar

    Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026 menuntut kolaborasi mutlak antarsatgas serta kehadiran aktif personel di lapangan, seperti yang ditekankan Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas. Arahan ini disampaikan saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Latpraops Ketupat 2026 di Aula Gedung Bareskrim Polri pada Selasa (10/3/2026). Operasi ini bukan sekadar tugas […]

  • Sinyal Panggilan Khidmah: Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bahas Masa Depan NU

    Sinyal Panggilan Khidmah: Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bahas Masa Depan NU

    • 0Komentar

    Pertemuan antara Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli, berlangsung hangat dan penuh makna di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (5/7/2026). KH Imam Jazuli yang juga merupakan teman seangkatan Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin Yafid, Lc., berdiskusi secara intensif dengan Menteri Agama selama […]

  • Naib Canselor UMK: Eko-Akunta-Nesia Relevan untuk Asia Tenggara

    Naib Canselor UMK: Eko-Akunta-Nesia Relevan untuk Asia Tenggara

    • 0Komentar

    Peluncuran buku EKO-AKUNTA-NESIA: Teori, Konsep dan Konteks karya Muhammad Aras Prabowo bersama Meutia, Windu Mulyasari, dan Agus Sholikhan Yulianto mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi Indonesia dan Malaysia. Buku yang diterbitkan oleh UNUSIA Press itu dinilai menghadirkan tawaran paradigma baru ekonomi dan akuntansi yang berakar pada keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan nilai-nilai kerakyatan Nusantara. Naib […]

  • Prof. Mukhtasar Syamsuddin: IKAJO Harus Menjadi Rumah Besar Alumni yang Menyatukan Generasi dan Mengabdi untuk Bangsa

    Prof. Mukhtasar Syamsuddin: IKAJO Harus Menjadi Rumah Besar Alumni yang Menyatukan Generasi dan Mengabdi untuk Bangsa

    • 0Komentar

    Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D. of Arts, mengajak keluarga besar Ikatan Alumni Jogja Sulawesi Selatan (IKAJO Sulsel) untuk terus menjaga semangat persaudaraan, memperkuat silaturahmi, dan menjadikan organisasi alumni sebagai ruang pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Pesan tersebut disampaikan Prof. Mukhtasar saat memberikan sambutan pada […]

expand_less