Breaking News
light_mode

Penguatan Peran Pesantren dalam Mencetak Dai Moderat, Ini Pesan Menag

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • print Cetak

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya dakwah yang moderat, berakhlak mulia, dan berorientasi pada kemaslahatan umat saat memberikan arahan kepada para santri dan dai di Kampus IV Mahad Aly Pondok Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin malam 9 Februari 2026.

Dalam arahannya, Menag menekankan bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas lisan di atas mimbar, melainkan tanggung jawab moral dan sosial yang menuntut keteladanan sikap, akhlak, serta integritas pribadi.

“Dai dan mubaligh adalah wajah Islam di tengah masyarakat. Cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap, semuanya adalah bagian dari dakwah,” ujar Nasaruddin.

Menag juga membagikan pengalaman pribadinya saat menjalankan tugas dakwah di berbagai daerah terpencil. Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk kepekaan sosial, ketangguhan mental, serta kedewasaan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.

Ia mengingatkan lima pilar utama dalam berdakwah, yakni memahami peran sebagai dai, mengenali masyarakat sasaran, menguasai materi dakwah, memilih metode yang tepat, serta menyiapkan sarana pendukung dakwah.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Nasaruddin menegaskan agar para dai tidak terlibat dalam politik praktis maupun membawa atribut partai politik saat berdakwah. Ia meminta pesan-pesan dakwah tetap menyejukkan, persuasif, dan tidak memecah belah umat.

“Pesantren dan dai harus menjadi perekat umat, bukan alat kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

Menag juga mendorong penguatan dakwah yang moderat, ramah budaya, dan kontekstual melalui pendekatan seni, media kreatif, serta pendekatan sosial yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.

Menutup arahannya, Nasaruddin berharap para santri Mahad Aly As’adiyah mampu menjadi dai yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan bijak secara sosial, serta menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyatakan bahwa arahan Menteri Agama tersebut sejalan dengan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan dan pemberdayaan pesantren.

“Apa yang disampaikan Anre Gurutta Menteri Agama menjadi penguatan bagi program pemberdayaan pesantren dalam Asta Protas Kemenag. Pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat, penguatan karakter, dan pengembangan kapasitas dai yang adaptif terhadap tantangan zaman,” ujar Ali Yafid.

Menurutnya, Kemenag Sulsel terus mendorong peningkatan kualitas kelembagaan pesantren, penguatan kurikulum, serta pengembangan kompetensi santri dan mahasantri Mahad Aly agar mampu berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.

“Melalui pemberdayaan pesantren, kita ingin melahirkan dai yang unggul secara keilmuan, mandiri, serta mampu menjadi agen perubahan sosial yang membawa nilai-nilai moderasi dan kemaslahatan bagi umat,” pungkasnya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelompok Kadarkum Kelurahan Sepuluh Ilir Ikuti Sosialisasi Sadarkum

    Kelompok Kadarkum Kelurahan Sepuluh Ilir Ikuti Sosialisasi Sadarkum

    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap hukum, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan Sosialisasi Sadar Hukum (Sadarkum) di Kelurahan Sepuluh Ilir, Kecamatan Ilir Timur Tiga, Kota Palembang. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Lurah Sepuluh Ilir tersebut diikuti Lurah Sepuluh Ilir Azuan Rizal beserta jajaran, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Paralegal Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kelurahan […]

  • Evaluasi Diri di Penghujung Ramadhan: Jalan Menuju Authentic Happiness – 26

    Evaluasi Diri di Penghujung Ramadhan: Jalan Menuju Authentic Happiness – 26

    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad RazakDosen Fakultas Psikologi UNM Di penghujung Ramadhan, seorang mukmin diajak melakukan muhasabah atau evaluasi diri: sejauh mana ibadah yang dijalani telah membentuk kualitas keimanan, memperhalus akhlak, serta memperluas empati sosial. Di Ramadhan adalah diri kita ditempa agar keluar dari bulan suci ini dalam keadaan jiwa yang lebih jernih, lebih lembut, dan lebih dekat […]

  • Prof. Muhammad Amri: Perjuangan 10 Tahun UIN Alauddin Menuju Proyek IsDB Senilai Rp1 Triliun

    Prof. Muhammad Amri: Perjuangan 10 Tahun UIN Alauddin Menuju Proyek IsDB Senilai Rp1 Triliun

    • 0Komentar

    Di balik kunjungan Tim Islamic Development Bank (IsDB) ke Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, tersimpan perjalanan panjang yang telah dirintis selama hampir satu dekade. Harapan menghadirkan Fakultas Kedokteran yang lebih lengkap beserta laboratorium berstandar internasional kini semakin mendekati kenyataan. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Alauddin Makassar, Prof. Muhammad Amri, selaku Project […]

  • Perkuat Sinergi Publikasi, PWI Sulsel Audiensi Bersama BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sulawesi Maluku

    Perkuat Sinergi Publikasi, PWI Sulsel Audiensi Bersama BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sulawesi Maluku

    • 0Komentar

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan menjalin komunikasi dan memperkuat sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku melalui kegiatan audiensi yang digelar pada Kamis (30/4/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi kemitraan antara insan pers dan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam mendukung publikasi program serta manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat secara lebih […]

  • Yasir Machmud Resmi Sandang Gelar Doktor pada Bidang Ilmu Politik di Unhas

    Yasir Machmud Resmi Sandang Gelar Doktor pada Bidang Ilmu Politik di Unhas

    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani sidang promosi di Universitas Hasanuddin (Unhas) di Unhas Hotel & Convention Makassar, Kamis (2/4/2026). Namun, capaian akademik tersebut tak hanya menjadi penanda keberhasilan pribadi, melainkan juga memantik perhatian pada dua hal penting: gagasan perbaikan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan sinyal […]

  • Rangkaian 3 Hari Branding KI Sukses Ditutup, Komitmen Kanwil Kemenkum Sumsel Pacu Daya Saing UMKM Daerah

    Rangkaian 3 Hari Branding KI Sukses Ditutup, Komitmen Kanwil Kemenkum Sumsel Pacu Daya Saing UMKM Daerah

    • 0Komentar

    Rangkaian kegiatan strategis Penguatan Branding di Wilayah melalui Kekayaan Intelektual dengan tema “Cantik Petule: Wonderful Batik Muara Enim” resmi berakhir. Memasuki hari ketiga sekaligus hari penutupan, forum yang berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Jumat (19/6) ini kembali menyajikan materi krusial sebelum ditutup secara formal oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil […]

expand_less