Prabowo Subianto Pastikan Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta di Tengah Kenaikan Avtur Global
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- print Cetak

Di tengah tekanan kenaikan harga avtur global, Presiden RI Prabowo Subianto justru mengambil langkah berbeda. Pemerintah memastikan biaya haji tahun 2026 akan turun sekitar Rp 2 juta.
Keputusan ini disampaikan langsung dalam rapat kerja kabinet di Istana Negara, Jakarta, sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari beban biaya yang semakin tinggi.
“Pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta walaupun harga avtur naik,” kata Prabowo.
Selain soal biaya, pemerintah juga menyoroti lamanya antrean keberangkatan haji. Prabowo menyebut antrean yang sebelumnya mencapai 48 tahun kini berhasil ditekan menjadi sekitar 26 tahun.
“Dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ujarnya.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada biaya, tetapi juga akses jemaah untuk bisa berangkat lebih cepat.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan pencapaian baru Indonesia di Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki lahan seluas 45 hektare di Makkah yang akan dikembangkan sebagai kawasan perkampungan haji.
Ke depan, kawasan ini direncanakan dilengkapi puluhan menara untuk menampung jemaah asal Indonesia.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah mengupayakan terminal khusus bagi jemaah haji Indonesia di bandara Arab Saudi.
“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi nanti terminal itu khusus untuk haji kita, supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Prabowo.
Biaya Penerbangan Justru Melonjak
Di sisi lain, tantangan justru datang dari sektor penerbangan. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa biaya transportasi udara mengalami kenaikan signifikan.
Hal ini dipicu oleh lonjakan harga avtur global, premi asuransi, serta pelemahan nilai tukar rupiah.
“Biaya tersebut (penerbangan) meningkat dengan signifikan,” ujarnya.
Dua maskapai yang melayani jemaah Indonesia, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, bahkan mengajukan tambahan biaya akibat kemungkinan perubahan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik.
Skenario Kenaikan Biaya
Dalam kondisi normal tanpa perubahan rute, biaya penerbangan per jemaah diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 46,9 juta atau meningkat hampir 40 persen.
Sementara jika terjadi pengalihan rute, biaya bisa melonjak hingga Rp 50,8 juta atau naik lebih dari 50 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji 2026 menghadapi tekanan global yang cukup kompleks.
Strategi Pemerintah Jaga Keseimbangan
Meski menghadapi kenaikan biaya di berbagai sektor, pemerintah tetap berupaya menjaga agar biaya haji tidak memberatkan masyarakat.
Koordinasi terus dilakukan dengan maskapai serta berbagai pihak terkait untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.
Kebijakan penurunan biaya haji di tengah kenaikan biaya global menjadi langkah strategis yang cukup berani.
Namun, tantangan belum sepenuhnya usai. Keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada stabilitas global dan efektivitas koordinasi antar pihak.
- Penulis: Maryam Chalisa

