Breaking News
light_mode

Tidak Sekadar Pengelolaan Limbah, APPMBGI Tekankan Ketersediaan Air Bersih Sehat bagi MBG

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • print Cetak

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menilai pengawasan ketat terhadap 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purwakarta tidak boleh hanya difokuskan pada aspek pengelolaan limbah dan kepatuhan standar operasional prosedur (SOP), tetapi juga harus memperkuat aspek paling mendasar dalam keamanan pangan, yakni ketersediaan air bersih yang sehat dan layak.

Ketua Umum APPMBGI, Dr. Abdul Rivai Ras, mengatakan bahwa isu air bersih masih sangat jarang dibicarakan dalam diskursus Program Makan Bergizi Gratis (MBG), padahal air merupakan faktor kunci dalam seluruh rantai pengolahan makanan.

“Pengelolaan limbah memang penting, tetapi jauh lebih fundamental adalah memastikan setiap dapur MBG memiliki akses terhadap air bersih yang sehat dan layak. Tanpa air yang aman, seluruh proses produksi makanan berisiko tinggi, mulai dari pencucian bahan, pengolahan, hingga sanitasi peralatan,” kata Abdul Rivai Ras dalam keterangan tertulis.

Sebagaimana diberitakan, Badan Gizi Nasional melakukan pengawasan ketat terhadap 140 SPPG di Purwakarta dan menekankan kedisiplinan SOP serta pengelolaan limbah sebagai bagian dari penguatan tata kelola dapur MBG.

Menurut Dr. Abdul Rivai Ras, pengawasan tersebut perlu diperluas dengan memasukkan indikator ketersediaan air bersih sebagai bagian dari standar minimum kelayakan operasional dapur.

“Air adalah medium utama dalam keamanan pangan. Jika kualitas air tidak terjamin, maka risiko kontaminasi biologis dan kimia akan sangat besar. Ini berpotensi menjadi sumber masalah baru, termasuk kejadian keracunan makanan,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan air bersih seharusnya tidak dipandang semata sebagai isu teknis dapur, melainkan sebagai bagian dari agenda strategis ketahanan nasional, khususnya ketahanan air.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Pusat Studi Keamanan Maritim dan Ketahanan Air di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Dr. Abdul Rivai Ras menilai bahwa keberlanjutan Program MBG sangat bergantung pada daya dukung sumber air yang aman dan berkelanjutan, terutama di wilayah yang secara infrastruktur masih terbatas.

“Dari perspektif ketahanan air, kita tidak bisa hanya menghitung jumlah dapur dan porsi makanan. Kita juga harus memastikan apakah sumber air di sekitar dapur itu aman, cukup, dan berkelanjutan. Tanpa pendekatan ini, MBG akan menghadapi risiko struktural dalam jangka menengah dan panjang,” kata dia.

Menurutnya, dapur MBG di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan tekanan sumber daya air, berpotensi menghadapi persoalan serius, seperti penggunaan air sumur yang tidak teruji kualitasnya, ketergantungan pada pasokan air tidak tetap, hingga minimnya sistem pengolahan air bersih di tingkat dapur.

“Dalam banyak kasus, dapur berdiri lebih cepat dibanding kesiapan infrastruktur airnya. Ini harus segera dikoreksi,” ujarnya.

Dr. Abdul Rivai Ras menekankan bahwa ketersediaan air bersih yang sehat harus menjadi bagian integral dari standar operasional dapur MBG, sejajar dengan standar bahan baku, higiene tenaga kerja, dan pengelolaan limbah.

“Pengawasan dapur tidak cukup hanya melihat apakah limbah dikelola dengan baik, tetapi juga apakah air yang dipakai memenuhi standar kesehatan. Ini dua sisi yang tidak bisa dipisahkan,” kata dia.

APPMBGI, lanjutnya, mendorong agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai memasukkan audit sumber air dan kualitas air sebagai bagian dari proses verifikasi dan evaluasi SPPG.

“Perlu ada pemeriksaan rutin kualitas air, baik dari sumber air tanah, jaringan PDAM, maupun sumber alternatif lain yang digunakan dapur MBG. Tanpa data kualitas air, pengendalian mutu pangan tidak akan pernah utuh,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa penguatan aspek air bersih akan berdampak langsung pada efektivitas kebijakan pengelolaan limbah dapur.

“Pengelolaan limbah yang baik membutuhkan air bersih yang memadai. Jika air terbatas atau kualitasnya buruk, maka proses pencucian peralatan, pengolahan sisa bahan, dan sanitasi lingkungan dapur tidak akan optimal,” kata Abdul Rivai Ras.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tekanan terhadap sumber daya air di banyak daerah diperkirakan akan meningkat seiring perluasan skala MBG secara nasional.

“Ketika ribuan dapur MBG beroperasi setiap hari, konsumsi air akan meningkat signifikan. Tanpa perencanaan berbasis ketahanan air, kita berisiko menambah beban baru terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

APPMBGI, kata dia, siap berkolaborasi dengan BGN, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk menyusun pedoman teknis ketersediaan air bersih bagi dapur MBG, termasuk standar minimal sumber air, sistem penyimpanan, dan pengolahan air.

“Kami ingin mendorong agar isu air bersih tidak lagi menjadi blind spot dalam kebijakan MBG. Dari perspektif keamanan pangan dan ketahanan air, air bersih adalah fondasi yang menentukan keberhasilan program ini,” ujarnya.

Dr. Abdul Rivai Ras berharap pengawasan ketat terhadap SPPG di Purwakarta dapat menjadi momentum nasional untuk memperluas pendekatan pengendalian mutu MBG, tidak hanya berfokus pada limbah dan disiplin SOP, tetapi juga pada jaminan akses air bersih yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

“Jika kita serius ingin menjaga kualitas dan keselamatan penerima manfaat MBG, maka penguatan tata kelola dapur harus dimulai dari hal paling mendasar, yaitu air. Tanpa air bersih yang layak, tidak akan ada dapur MBG yang benar-benar aman,” pungkasnya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Usung Semangat Santri Menguatkan Negeri

    Menag Luncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026, Usung Semangat Santri Menguatkan Negeri

    • 0Komentar

    Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan logo, tema, dan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026. Tahun ini, Hari Santri mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, mengatakan peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneguhkan kembali peran besar ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. […]

  • Kemenkum Sumsel Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Ideologi Bangsa

    Kemenkum Sumsel Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Ideologi Bangsa

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, Kamis (1/10). Upacara berlangsung khidmat sebagai momentum untuk mengenang perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum (PPPH) Kanwil Kemenkum Sumsel, Nur ‘Ainun. Sementara […]

  • Perkuat Posbankum, IRH, dan JDIH, Kanwil Kemenkum Babel Koordinasi dengan Pemkab Belitung

    Perkuat Posbankum, IRH, dan JDIH, Kanwil Kemenkum Babel Koordinasi dengan Pemkab Belitung

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Belitung terkait pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan dan pembinaan hukum, Selasa, 09 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung tersebut membahas sejumlah agenda strategis, meliputi Analisis dan Evaluasi Program Pembentukan Peraturan Daerah, Peraturan Daerah, Jaringan […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Fasilitasi Apostille Dokumen Pernikahan Tujuan Hungaria

    Kanwil Kemenkum Babel Fasilitasi Apostille Dokumen Pernikahan Tujuan Hungaria

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung kembali memberikan pelayanan Apostille kepada masyarakat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, melalui Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Muhammad BangBang, menyerahkan satu Sertifikat Apostille kepada pemohon di Kantor Wilayah, Senin (5/10/2026). Sertifikat Apostille tersebut diterbitkan untuk dokumen kependudukan berupa Surat Keterangan Belum Menikah […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Terima Koordinasi DJKI terkait Implementasi Tarif PNBP Baru Layanan KI

    Kanwil Kemenkum Sumsel Terima Koordinasi DJKI terkait Implementasi Tarif PNBP Baru Layanan KI

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menerima kunjungan koordinasi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dalam rangka pemantauan dan pengawasan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2026 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kementerian Hukum yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Teleconference Kanwil Kemenkum Sumsel, […]

  • Pastikan Keamanan Bertanding, Ratusan Atlet Pencak Silat Maros Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    Pastikan Keamanan Bertanding, Ratusan Atlet Pencak Silat Maros Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    • 0Komentar

    Turnamen bergengsi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Maros resmi digelar di Gedung Serbaguna Maros. Ajang yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 1 hingga 3 Mei 2026 ini, diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan pelajar hingga dewasa. Turnamen ini menjadi magnet bagi para pencinta bela diri karena menjadi wadah […]

expand_less