Rangkaian 3 Hari Branding KI Sukses Ditutup, Komitmen Kanwil Kemenkum Sumsel Pacu Daya Saing UMKM Daerah
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- print Cetak

Rangkaian kegiatan strategis Penguatan Branding di Wilayah melalui Kekayaan Intelektual dengan tema “Cantik Petule: Wonderful Batik Muara Enim” resmi berakhir. Memasuki hari ketiga sekaligus hari penutupan, forum yang berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Jumat (19/6) ini kembali menyajikan materi krusial sebelum ditutup secara formal oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkum Sumsel), Maju Amintas Siburian.
Sebelum prosesi penutupan, para peserta yang terdiri dari pelaku usaha, pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan instansi terkait dibekali materi dari tiga narasumber ahli. Sesi pertama menghadirkan narasumber dari Direktorat Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum yang mengupas tuntas skema implementasi Merek Kolektif, khususnya bagi Koperasi Desa Merah Putih.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Selatan yang membedah analisis peluang dan potensi ekonomi yang dapat dioptimalkan oleh pengurus KDMP melalui pelindungan Kekayaan Intelektual (KI). Sementara itu, Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan hadir sebagai narasumber ketiga dengan memaparkan strategi taktis mengenai peningkatan kualitas dan daya saing branding produk lokal di pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenkum Sumsel Maju Amintas Siburian menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran agenda yang berjalan penuh antusiasme ini. Beliau menekankan bahwa penguatan branding bukan hanya sekadar mengatur soal merek, melainkan jauh lebih luas karena mencakup reputasi, citra (image), serta jaminan kualitas produk di mata konsumen.
“Brand yang kuat menjadi sertifikat tidak tertulis untuk jaminan kualitas sehingga membuat para pemangku kepentingan yakin dan percaya terhadap suatu produk yang dihasilkan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan Kekayaan Intelektual sebagai instrumen dalam meningkatkan daya saing, memperkuat identitas produk daerah, serta membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Maju.
Kakanwil juga berharap agar pemikiran, pengalaman, dan praktik baik yang telah dibagikan selama tiga hari ini dapat mengakselerasi upaya Kementerian Hukum dan Pemerintah RI dalam mengaktualisasikan segenap potensi besar KI sebagai salah satu pilar penopang pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, beliau menginstruksikan agar kolaborasi antara Kanwil Kemenkum Sumsel dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, dan Aparat Penegak Hukum (APH) terus diteruskan di masa mendatang.
- Penulis: Maryam Chalisa

