Breaking News
light_mode

Prof Firman Menne Sorot Krisis Rupiah Tekan Daya Beli dan Ancam Stabilitas Ekonomi Nasional

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian serius di tengah dinamika ekonomi global yang semakin tidak menentu. Rupiah tercatat melemah hingga menyentuh level Rp17.704 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Kondisi tersebut dinilai bukan sekadar angka di pasar keuangan, tetapi memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kenaikan harga pangan hingga ancaman terhadap daya beli nasional.

Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi Universitas Bosowa, Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., ACPA, menilai pelemahan rupiah berpotensi memicu efek domino yang luas terhadap stabilitas ekonomi domestik apabila tidak diantisipasi dengan penguatan fundamental ekonomi nasional.

“Efek domino dari kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah akan memicu kenaikan harga barang-barang di pasaran termasuk harga pangan,” ujar Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., ACPA.

Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap barang impor dalam sektor produksi pangan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pelemahan rupiah cepat berdampak pada masyarakat. Kenaikan biaya impor pupuk, bahan baku industri makanan, hingga alat produksi pertanian akan mendorong naiknya harga jual di pasar.

Secara tidak langsung, Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., ACPA. juga menyoroti bahwa kondisi tersebut dapat semakin menekan masyarakat berpenghasilan rendah. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat sementara pendapatan tidak bertambah, maka daya beli masyarakat akan mengalami penurunan signifikan.

Ia menjelaskan bahwa tekanan rupiah tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga memengaruhi industri nasional yang masih sangat bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan biaya produksi berpotensi memperbesar inflasi dan memperlambat aktivitas ekonomi nasional.

“Dalam jangka pendek, pelemahan rupiah dapat menimbulkan tekanan terhadap perekonomian nasional melalui kenaikan harga barang impor, meningkatnya biaya produksi industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri, bertambahnya beban pembayaran utang luar negeri, serta melemahnya daya beli masyarakat akibat meningkatnya inflasi,” jelasnya.

Selain sektor riil, pelemahan rupiah dinilai turut memberi tekanan terhadap pasar keuangan dan iklim investasi nasional. Investor cenderung lebih berhati-hati menempatkan modalnya di negara berkembang ketika depresiasi mata uang berlangsung secara berkepanjangan.

Meski demikian, Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., ACPA. menilai bahwa situasi tersebut juga membuka peluang strategis bagi sektor ekspor dan pariwisata Indonesia apabila mampu dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau kondisi ekonomi domestik lesu, tentu produktivitas menjadi rendah sehingga sulit melakukan ekspor. Karena itu, penguatan sektor produksi dalam negeri menjadi sangat penting agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” tuturnya.

Ia juga menyoroti bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS dipicu kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut turut berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan kebutuhan devisa impor energi.

Sementara dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi arus keluar modal asing (capital outflow), tingginya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan impor, serta tantangan fundamental ekonomi nasional seperti defisit transaksi berjalan dan tingginya ketergantungan impor.

Secara tidak langsung, Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., ACPA. menekankan bahwa situasi ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri nasional, memperbesar kapasitas produksi domestik, dan mendorong kemandirian ekonomi agar Indonesia lebih tahan menghadapi gejolak ekonomi global di masa mendatang.

Pandangan kritis dan analisis akademik yang disampaikan Guru Besar Universitas Bosowa tersebut kembali menunjukkan kontribusi aktif sivitas akademika Unibos dalam membaca dinamika ekonomi nasional secara objektif, strategis, dan berbasis keilmuan. Melalui peran akademisi seperti Prof. Firman Menne, Universitas Bosowa terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga hadir memberikan perspektif ilmiah terhadap isu-isu strategis nasional. (*)

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Eksistensi Paralegal Posbankum Desa/Kelurahan, Kanwil Kemenkum Babel Gelar Analisis dan Evaluasi Bersama 10 OBH

    Perkuat Eksistensi Paralegal Posbankum Desa/Kelurahan, Kanwil Kemenkum Babel Gelar Analisis dan Evaluasi Bersama 10 OBH

    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat eksistensi paralegal Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di tingkat desa dan kelurahan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyelenggarakan kegiatan analisis dan evaluasi bersama 10 Organisasi Bantuan Hukum (OBH), yang dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari organisasi bantuan hukum (OBH) di wilayah Bangka Belitung, antara lain […]

  • Kemenkum Sumsel Siap Implementasikan Aplikasi Apostille Terbaru untuk Layanan Lebih Cepat

    Kemenkum Sumsel Siap Implementasikan Aplikasi Apostille Terbaru untuk Layanan Lebih Cepat

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel) terus memperkuat kualitas layanan publik berbasis digital. Jajaran Divisi Pelayanan Hukum mengikuti Sosialisasi Penggunaan Rebuild Aplikasi Legalisasi–Apostille yang diselenggarakan oleh Direktorat Teknologi Informasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) secara daring (11/4). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pembaruan sistem Apostille yang dirancang lebih cepat, aman, dan mudah […]

  • Serahkan 18 SK Pendirian Perseroan Perorangan, Kemenkum Sumsel Jemput Bola ke Pelaku UMK

    Serahkan 18 SK Pendirian Perseroan Perorangan, Kemenkum Sumsel Jemput Bola ke Pelaku UMK

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus mendorong peningkatan legalitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM) melalui layanan jemput bola percepatan pendaftaran Perseroan Perorangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Pelatihan Kewirausahaan bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muara Enim, bertempat di Hotel Griya […]

  • Lionel Messi Beli CD Eldense, Kini Punya Dua Klub di Spanyol

    Lionel Messi Beli CD Eldense, Kini Punya Dua Klub di Spanyol

    • 0Komentar

    Lionel Messi resmi memiliki dua klub di Spanyol: UE Cornella dan CD Eldense. Setelah diakuisisi, Eldense langsung meraih kemenangan 4-1 atas Oviedo pada Sabtu (3/10) dini hari WIB. Messi membeli UE Cornella, tim divisi kelima Spanyol, pada April 2026. Terbaru, ia mengambil alih CD Eldense, klub Segunda Division atau divisi kedua. Eldense sebelumnya belum memenangkan […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Bahas Arah Rekomendasi Perda Peredaran Minuman Beralkohol Bersama Pemerintah Daerah

    Kanwil Kemenkum Babel Bahas Arah Rekomendasi Perda Peredaran Minuman Beralkohol Bersama Pemerintah Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Hasil Analisis dan Evaluasi Peraturan Daerah, Kesimpulan, dan Arah Rekomendasi dengan Pemerintah Daerah Tahap II terkait Peredaran Minuman Beralkohol, Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh jajaran Kanwil Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, narasumber dari Badan Pembinaan Hukum Nasional, […]

  • Kemenkum Sumsel Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Ideologi Bangsa

    Kemenkum Sumsel Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Ideologi Bangsa

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, Kamis (1/10). Upacara berlangsung khidmat sebagai momentum untuk mengenang perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum (PPPH) Kanwil Kemenkum Sumsel, Nur ‘Ainun. Sementara […]

expand_less